Gorilla

Topik kali ini nggak berhubungan sama sekali ma Jepang. Tapi MJ pilih topic yang berhubungan ma tujuan jalan2 MJ berikut, Afrika!!! Di Afrika, memang terkenal safari savanah, liat binatang2 besar yang disebut Big Five (singa, gajah, badak, leopard/macan tutul, banteng/buffalo), tapi Gorilla trekking juga aktifitas yang nggak kalah populer dan direkomendasikan. Banyak yang menceritakan pengalaman luar bisa yang tak terlupakan, bertemu muka dengan sang Gorilla di pekarangan sang Gorilla. Sayangnya yang membuat kurang begitu banyak yang bisa menikmatinya, itu karena jumlahnya yang amat dikit dan dilindungi. Mountain Gorilla (nama ilmiahnya Gorilla gorilla beringei), adalah primata terbesar di bumi, dan jumlah mereka di bumi cuman tinggal 700 ekor. Itu pun hanya ada di hutan rimba di tengah2 Afrika, yaitu pegunungan Virunga di perbatasan 3 negara, Rwanda, Uganda, dan DR Congo (dulunya Zaire). Mungkin ada yang sudah membaca artikel utama majalah National Geographic bulan lalu yang berjudul “Who Murdered the Mountain Gorillas?”. Meski Gorilla ini dilindungi oleh masing2 negara, masih banyak Gorilla yang dibunuh oleh orang2 penghasil arang (charcoal) gelap di hutan2 yang didukung oleh gerilya pemberontak Congo. Sekarang, untuk turis, Gorilla2 bisa disaksikan di tempat alami mereka di 3 national park di 3 negara di atas. Tapi untuk menghindari para Gorilla jadi stress dikunjungin kita2 sepupunya, tiap hari hanya dibatasin 30 orang yang bisa masuk national park itu. Untuk itu diterapin sistem Gorilla Permit, yang dijual seharga 500 dolar! Karena itu bisnis turis Gorilla ini, lumayan mendatangkan devisa buat 3 negara di atas. Meski dijual mahal, tetep pada banyak yang beli. Hampir 2-3 bulan sebelumnya, Gorilla Permit sudah habis terjual. Palagi kalo musim liburan, orang pada pesen setahun sebelumnya! Gorilla dewasa, yang jantan bisa mencapai 210 kilo, yang betina 100 kilo, dan tinggi badan bisa mencapai 180 cm. Mereka hidup berkelompok dengan dipimpin seorang jantan dewasa yang dijuluki Silver Back, karena dipunggungnya berwarna keputihan. Kebanyakan setelah beranjak dewasa, mereka meninggalkan kelompok mereka merantau. Lama masa hamil mereka 8,5 bulan. Bayi Gorilla nggak bisa terpisah dengan induknya dan selalu menggantung di dada induknya. Semakin besar mereka pindah menggantung di punggung induknya. Setelah memasuki tahun kedua, baru mereka berpisah dari si induk. Karena bertampang serem, atau gara2 pengaruh filem King Kong, ada kesan bahwa gorilla itu menakutkan dan berbahaya. Tapi sebenarnya, Gorilla itu sangat ramah dan tidak pernah menyerang manusia. Mereka vegetarian! Malah Simpanse (chimpanzee) yang bertampang ramah itu sebenarnya lebih galak dan bisa menyerang manusia kalo ngamuk! Untung di kisah Tarzan, si Gorilla di kisahkan sebagai binatang ramah… Gorilla juga secara genetika dekat sekali dengan manusia (97%), sehingga penyakit dari manusia mudah menular ke mereka. Karena itu salah satu syarat untuk bisa masuk ke national park adalah tidak sedang kena flu! Ada yang berminat menjenguk saudara tua kita?! Lebih baek cepat2 sebelum terlambat dan mereka bener2 punah…. Oiya, sebagai tambahan pengetahuan wae, sebenarnya Mountain Gorilla punya saudara yang jumlahnya lebih banyak (sekitar 4000 ekor), yang disebut Lowland Gorilla atau Gorilla dataran rendah. Tapi MJ nggak tau kenapa saudara mereka ini kalah populernya…

0 comments:

Shooting

Template by : kendhin