Festival Nebuta – Nebuta Matsuri

Salah satu festival terbesar dan terkenal di Jepang adalah Festival Nebuta yang diadakan di Propinsi Aomori yang terletak di paling utara Pulau Honshu (pulau terbesar di Jepang). Orang Jepang suka banget ma yang namanya Festival, atau Matsuri bahasa Jepang-nya. Dan musim panas (summer), adalah musim yang paling banyak diadakan Festival di seluruh Jepang. Festival Nebuta, secara garis besar, itu arak2an kereta yang dihias dengan karakter2 terbuat dari kertas dan didalamnya diisi lampu. Jadi semacam parade kereta lentera gede gitu. Kereta itu didorong ma berpuluh puluh orang mengikuti irama gendang dan tabuh. Terkadang kereta besar dan berat itu didorong berputar putar atau maju mundur. Di sekeliling kereta, berpuluh2 penari membawa alat perkusi atau seruling. Pokoknya reme banget deh. Karakter lentera diambil dari tokoh2 legenda Jepang dari cerita2 sejarah nyata maupun cuman legenda. Mereka saling berlomba untuk memenangkan gelar kereta terbaik tahun ini. Festival Nebuta di Aomori diadakan tiap tanggal 2-7 Agustus. Kereta gambar di samping menceritakan legenda pertarungan Hachirotaro dan Nansonobo memperebutkan siapa yang berhak tinggal tinggal di Danau Towada di Aomori. Setelah bertarung 7 hari 7 malam, pertarungan tak kunjung berakhir dan tak ada yang kalah atau menang. Hachirotaro berubah menjadi naga dan menyerang dengan petir dan guruh. Tapi Nansonobo menandingin dengan dingin dan membaca mantra baris per baris. Akhirnya mantra Nansonobo merunjam Hachirotarou dan memaksanya pergi dari Danau Towada. Nansonobo jadi penguasa Danau Towada sampai sekarang. Gambar di atas adalah gambar legenda dan foto di bawah adalah foto kereta. Kereta ini dipersembahkan oleh Perkumpulan Pengusaha Muda di Aomori. Kereta gambar di samping, yang dipersembahkan JR (Japan Railway) Group, menceritakan legenda Shutendoji, yang pernah digelar Hantu terkuat di Jepang. Hantu ini kerjanya menculik orang2 yang tinggal di ibukota. Suatu hari, muncul seorang Shogun bernama Minamotono Yorimitsu yang ditugasin kaisar untuk mengusir hantu ini. Si Shogun berbekal sake yang mengandung racun, berhasil membuat mabuk si Hantu dan mengusir dari ibu kota. Sekian dulu cerita tentang Festival Nebuta ini!

Baca Selengkapnya......

Kembang Api – Fireworks – Hanabi

Salah satu acara yang ditunggu2 orang Jepang di musim panas (summer – natsu), itu adalah acara Kembang Api, atau Fireworks bahasa Inggrisne, atau pake bahasa Jepang Hanabi yang kalo diterjemahin secara langsung, yah kembang api (jadine, bahasa Jepang tu lebih deket ma bahasa Indonesia neee…) Hampir di setiap tempat di Jepang, dari kota2 besar seperti Tokyo dan Osaka, sampai tempat2 terpencil, tak terhitung banyaknya acara peluncuran kembang api ini. Menurut data, di bulan Agustus aja, ada 200 acara Kembang Api di Jepang. Angkasa Jepang penuh dengan asap amunisi di musim panas. Tau nggak, biaya satu luncuran kembang api? Satu luncuran ae, itu biayane bisa puluhan juta! Dan dalam sekali acara, mereka biasane meluncurkan ribuan, bahkan puluhan ribu kembang api. Yang terbanyak peluncurannya itu acara di Osaka, yang meluncurkan sampe 120 ribu biji! Seperti membakar uang neee…. Mending lah, bahan peletus ini dibuat Kembang Api, daripada dibuat perang kan… Foto di halaman ini diambil dari kompetisi Kembang Api di Ohmagari, propinsi Akita. Kompetisi ini paling bergengsi di Jepang, para pakar kembang api seluruh Jepang saling berlomba memamerkan kemampuannya. Tahun ini bakal diadakan tanggal 23 Agustus 2008. Tapi yang paling popular dan banyak pengunjungnya, itu Kembang Api di Sumida River di Tokyo, yang tahun ini diadakan tanggal 26 Juli 2008. Di acara Kembang Api, di sekitar tempat peluncuran, diadakan kayak Bazar dengan pedagang2 kaki lima jualan makanan khas Jepang kayak Okonomiyaki, Yakisoba, Takoyaki, Mizuame dll. Cewek2 Jepang pada pake Yukata (kimono untuk musim panas), yang cowok pake Hakama (kimono simpel untuk cowok). Selain peluncuran Kembang Api gede di angkasa, orang Jepang juga maen kembang api kecil2 kayak kita2 di kampung2. Kembang Api kecil yang paling popular itu kembang api yang namanya Senko Hanabi. Ini bentuknya seperti bola api kecil yang dikelilingi loncatan2 percik2 nan indah dan anggun dan cute, romantis gitu… (liat foto). Sekian dulu. Info lebih detil tentang Hanabi, tolong cari sendiri selanjutnya di internet yah… Cherio!

Baca Selengkapnya......

Sumo

Artikel MJ yang kedua, tentang Sumo.
Sekarang di Jepang, lagi ada pertarungan besar (setahun ada 5 pertarungan besar) yang diadakan di kota Nagoya.
Olah raga tradisional Jepang ini tetap banyak penggemarnya, meski aturane simpel banget.
Cuman maen dorong2an, trus banting2an.
Yang keluar dulu dari lingkaran, itu yang kalah.
Trus, yang nelongsor jatuh dulu, telapak tangan nyentuh lantai, juga kalah.
Sesuai dengan prestasine, pegulat sumo digelari dengan tingkatane.
Gelar yang paling tinggi disebut Yokozuna.
Bayarane, menurut Wikipedia, 250 juta rupiah per bulan!!!
Akhir2 ini di Jepang, banyak pegulat dari luar Jepang dikalangan pegulat profesional. Top rangking pegulat2 sekarang, didominasi dari pegulat luar negri. Contohnya, pegulat sumo terkuat sekarang di Jepang (de facto terkuat sedunia), bernama Asasoryu, yang berasal dari Mongolia. Foto di atas (diambil dari Yahoo! Japan), menampilkan pegulat populer berasal dari Bulgaria, namanya Kotonoshu.
Btw, nama2 pegulat sumo, itu seperti artis bintang film, bukan nama asli mereka. Itu seperti nama baptisan, yang diberikan oleh perguruan mereka untuk didaftar di organisasi sumo.
Pegulat sumo itu, kelihatan gendut yah...
Jangan salah sangka, semuane itu otot lho, bukan lemak...
Karena kegiatan mereka tiap hari makan, tidur, latihan ae, jadine kayak gitu badane.
Makan-e juga nggak nanggung2 tuh, sepanci penuh!
MJ pernah sekali ae nonton turnamen profesional besar di Tokyo. Lumayan seru juga!
Yang pengin tahu lebih detil tentang sumo, tolong cari sendiri di Internet yah! (Wikipedia dll.)

Baca Selengkapnya......

Pin Sut ala Jepang

Halo, salam kenal, ini MJ yang dah tinggal lama di negeri Sakura. Mulai saat ini, MJ kan persembahkan artikel2 tentang Jepang di Kazoku-chan, khusus buat Kazoku-chan tercinta! Biar nggak katak melulu hehehe. Artikel pertama, MJ mau cerita tentang permainan Pin Sut (ini bahasa Jawa yah?!) ala Jepang. Kalo di Indonesia, untuk nentuin kalah-menang, atau nentuin siapa yang boleh jalan duluan dalam permainan karambol/ sepak bola, atau nentuin siapa yang harus nraktir makan bakso, kita pake cara Hom Pilah Hom Pim Pah, kalo orang banyak, atau Pin Sut kalo dua orang ae kan; kalo di Jepang, mereka pake cara yang namane Jan-ken. Prinsipnya sama ama Pin Sut. Bedanya, kalo Pin Sut kita kan ngeluarin Orang, Gajah, atau Semut, sedang kalo Jan-ken punya Jepang, mereka ngeluarin Batu, Gunting, ma Kertas, seperti ilustrasi di gambar (sori, bahasa Inggris). Bisa ngebayangin nggak apa menang lawan apa….?! Sebagai aba2 supaya keluar bareng, adil dan nggak curang-an, mereka pake sautan “Jan ken pon!” Terus bedane lagi, mereka juga pake Jan-ken ini buat peserta lebih dari 2 orang. Bisa bayangin gimana carane? Kalo nggak bisa, tanya langsung staff Kazoku! Hehe, cherio n sampe jumpa di artikel berikut!!!

Baca Selengkapnya......

Shooting

Template by : kendhin